Uang kertas, baum

Posted: Juli 13, 2014 in Uncategorized
Tag:,

“Uang kertas, baum”

 

Tadi malam, istriku bercerita ” ibid nemu duit dua ratus delapan ribu didalam kantong  celana biru onyo, lima ribunya di sumbangin ke mesjid, dua ratusnya ini masih disimpan, kertasnya liat kayak kerupuk yang belum digoreng,” aku masih bengong mendengarkan sambil berfikir “duit yang mana ya?”

 

Duitnya nemu didalam kantong sewaktu melipat kain setelah ngegosok. Berarti proses panjangya telah dilewati oleh si uang kertas itu, mulai dari celana dipakai, entah berapa hari satu atau dua, tergantung enaknya dipakai. Masuk ketumpukan kain kotor bercampur dengan bauk yang lain. Aroma keringat numpuk, apek dan pakaian dalam. terlewat dari situ masuk dalam tahap kedua yaitu ke mesin cuci, direndam, ditimbang butuh berapa banyak air untuk tumpukan cucian tersebut, diputer-puter sampai dapet air yang dibutuhkan. Mesin tadi memelintir pakain, uang kertas masih didalam kantong celana. Dia terjepit tertindih ntah ter”apakan” lagi aku nggak tau lah. pokoknya dia psti berada di posisi sulit kelas tinggi.

 

Istriku meletakkan di tempat panas, dia terjemur, mandi keringat. sampai keringatnya mengucur. Dia pun mengering. Habis sudah air  dibadan uang kertas tadi. Tapi dia masih tetap sabar. Tidak pernah mengeluh, sakit hati ataupun resah dan gundah gulana.

 

Mungkin dia tau orang berlalu lalang disekitaran, Cuma tidak ada satu orang pun peduli padanya. Mengeluarkan dari ketersiksaan tersebut.

 

 

Baum, nama salah seorang temanku sewaktu dibangku kuliah dulu. Sekarng masih teman tetapi sudah jarang bertemu. Maka dari itu setiap bertemu kami selalu mengeluarkan candaan dengan saling mengejek tetapi masih dalam batas kewajaran yang penting tidak saling sakit hati serta dendam. Baum badannya besar, coba baangkan badan orang besar, susah bergerak, makannya banyak, cepet ngantuk dan kalau diajak kemana-mana alasannya aku nanti kurang makan disana dan kelaparan..hahaha bener-bener alasan yang nggak  masuk diakal buatku.

 

 

Kurang panas dijemuran, istriku memanaskan lagi dengan setrikaan yang mungkin suhunya sekitar 120 derajat celcius. Istriku melindas badannya dengan besi panas tadi berulang-ulang sampai badannya licin juga, mungkin badannya sudah panas dan dia meringis Cuma tak satu orang pun mendengar ringisannya. Sampai suatu ketika istriku merasa ada sesuatu yang aneh didalam kantong tersebut. “kok tebal ya?” kata ibid, maka dari itu dia mengeluarkan duit itu dari kantong. Dia selamat. Sekarang berada didalam dompet istriku.

 

Judul yang aku buat tadi “uang kertas, baum”. Aku coba membayangkan kalau seandainya uang kertas itu diganti jadi baum, apa yagn bakal terjadi ya? Badan sebegitu besar, Apakah dia memang sudah sangat kebal dengan itu, atau pasti dia akan menjerit dengan perut buncitnya tertindih, terpelintir dan dilindas sama hawa besi panas?

 

Menurut bayangan kalian bagaimana? hahaha

Iklan

“Gak Ganteng tapi ngangenin” itulah bio di akun twitternya @dimasdikita. Dia adalah salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Tingkat I dan juga alumni SMA negeri 3 Medan.

 

10325715_10202328583596296_1511353213352760265_n

 

Aku mengenalnya kurang lebih setahun yang lalu di SMAN 3 Medan pada saat datang ingin membagikan brosur sablon kaos. Dia adalah siswa kelas 3, sedang menemani adek-adeknya,  latihan mingguan untuk persiapan pendidikan lanjutan di Sispala Semeru. Dila yaitu salah seorang senioran di Semeru dan kebetulan aku kenal “ini, namanya dimas bang” sambil mengarahkan  telunjuknya tepat didedapanku, dia berdiri dan kami bersalaman”. Kami menogbrol sedikti tentang bagaimana biasanya siswa disana dalam memesan kaos untuk perpisahan kelas setalah Ujian nasional. Dilanjutkan keinginannya untuk  mendaki gunung Kerinci dan Rinjani, tapi masih bingung memilih karena keterbatasan waktu dan uang..hehe. Bel sekolah sudah berbunyi dan dia mengajakku untuk melanjutkan obrolan ke kedai Bornox.

 

Beberapa bulan kemudian, aku melihat dia datang mengunjungi seseorang ke secretariat kompas-USU. Dia jogging bersama aleq dan dilla dalam rangka persiapan untuk pendakian Gunung Rinjani. Setelah ujian nasional selesai mereka berangkat ke pulau jawa untuk melanjutkan perjalaan ke Lombok dan naik gunung yang sudah terkenal kecantikannya dengan danau segara anaknya.

 

Ada sekali tepatnya dalam acara pesta lajang Remondias  Tarigan, temanku yang akan menikah sebentar lagi. Kami naek gunung bersama-sama, sekitar 15 orangan waktu itu , Gunung Sibayak di tanah karo menjadi tujuan. Peserta terkecil yaitu dimas, karena kebetulan kami adalah mahasiswa dan sebagian telah menyelesaikan studinya di Universitas Sumatera Utara.  Ada hal lucu yang sampai sekarang aku ingat dari dia yaitu pada saat kami duduk santai sambil melepaskan penat sejenak, suasana waktu itu lg hening eh…dia tiba-tiba nyeletuk pelan “Kodok,” kami semua tertawa dan menganggap dimas sedang ngigau. Tawa riuh renyah lepas pada saat itu dan akhirnya kami lanjutkan perjalannan menuju puncak beberapa menit kemudian.

 

Setelah itu kami hanya bertegur sapa di dunia maya melalui twitter @dimasdikita. Menggunakan akun @sarmetquas kami saling berkomentar tentang beberapa hal, keanyakan tentang keindahan alam dan perjalanan. Bio di akunnya mencantumkan “nggak ganteng tapi ngangenin.” Terakhir kali twittnya sebanyak 29ribu, following 318 dan follower 665.

 

Siang hari aku membaca status bbm dilla “innalillahi wainna lilahi rajiun telah berpulang ke rahmatullah”. Sontak aku terkejut membacanya dan menanyakan siapa yang meninggal dil? Tapi dia tidak membalas, hanya foto DP nya saja yang berganti dengan foto bersama Dimas sewaktu mereka berada  di puncak Gunung Rinjani setahun yang lalu dan sebuah broadcast  yang isinya  “Dimas DIkita meninggal. Hari ini (26/04) mendiang Dimas Dikita tiba dibandara dan langsung dibawa kerumahnya di jalan Jawa Gg. 8 Kecamatan Belawan Medan” dan beruntun setelah itu masuk broadcast dengan pesan yang sama dari Syubhan, sholihin dan dedy lesmana ke bbm ku. Pinnya 32EE9620 boleh di add kok siapa tau membutuhkan jasa sablon kaos dan pembuatan kemeja kantor dan komunitas. Serta info tentang sablon juga banyak di quasablon.wordpress.com, sila dikunjungi ya bro and sis..:) oh iyya akun twitternya @sarmetquas..hehehe

 

Perkenalan kami terbilang cukup singkat dan hanya bertemu dalam beberapa kegiatan atau acara. Tapi aku merasa megnenalnya dan cukup kehilangan. Semoga amal dan ibadahmu diterima oleh allah SWT, dan sorga menjadi tempatmu hendaknya… amiiin

 

Selamat Jalan Kawan, semoga kau tetap “Gak ganteng tapi ngangenin”..:)

Honda Tuntaskan Misi Injeksi

Posted: April 17, 2014 in Uncategorized

Tadi sore jogging di seputaran kampus USU. Setelah itu duduk sambil menunggu keringat mengering. Rindangnya pepohonan membuat tempat duduk itu sulit untuk ditinggalkan menuju pulang kerumah. Dari kejauhan aku melihat sesosok lelaki berjalan lantang menuju, mendekatiku. Menapaki trotoar itu  Ferri nama yang diberikan oleh orang tuanya, tetapi tidak bagi kami teman sepermainannya. Dono kami memanggilnya. Dia ternyata juga sedang mendinginkan badan setelah jogging rupanya. Tetapi aku tadi tidak melihatnya, mungkin karena jalurnya berbeda..hehe

 

Honda Blade 125 FI

Dia adalah seorang pengusaha ayam dikampungnya didaerah tanjung morawa. aku duduk diatas sebuah motor baru Honda Blade 125 FI, dan ternyata dialah pemiliknya.  “tumben kau jogging disini?” sapaku, “iya aku sengaja jauh dari kampung kesini untuk mengetes sepeda motor baru yang kau beli di showroom seminggu yang lalu” jawab Dono. Aku memalingkan mata kearah platnya, ternyata masih bertuliskan DICOBA, “luar biasa kali kau,dari Tanjung Morawa ngebawa kereta yang belum keluar STNKnya” tanyaku sambil keheranan melihat aksi dia.

IMG00083-20140413-1342

“cemmana rasanya naek kereta ini wak?”sambil memegang rem depannya. “wah enak kali wak, ini kan kereta keluaran baru dari Honda. Ini teknologi yang sangat hemat akan bahan bakar. Jarak tempuh 61,8km hanya membutuhkan satu liter bahan bakar. Kemudian kapasitas bagasi 7,3 liter” paparnya. Kemudian dia membuka bagasi untuk mengambil botol air minum dan memperhatiakan telepon pintarnya yang merupakan salah satu penyalur uang dari pelanggan.

___

Pihak Honda mengundang  aku dan beberapa teman blogger di medan pada hari minggu, tanggal 13 April 2014. Mereka memperkenalkan dua produk terbaru Yaitu Honda Blade 125 FI dan New Vario FI  barunya  dan sharing informasi tentang teknologi mutakhir PGM-FI

 

New Vario FI

Honda juga telah mengeluarkan sepeda motor jenis New Vario FI pada kelas matic.  Vario di enal sebagai teknologi baru nan menarik. Yang cukup mengandung perhatian yaitu aplikasi LED pada lampu utama seperti mobil premium saat ini.

 

Ada fitur menarik lainnya yaitu Answer Back System. Fungsinya mirip dengan alarm mobil yang fungsinya mencari mobil diparkiran. Dengna menekan tombol . Vario FI akan  menyala dan menarik perhatian pemilik.

 

IMG00085-20140413-1353

“Dono, selama tiga hari kau memakai ini adal masalah?” tanyaku. “Belum ada, cuman memang belum banyak tau dengan teknologi barunya mereka ini.” Jawabnya polos.

 

 

Honda PGM-FI

Biar aku bantu menjelaskan don,hehe ”menurut bapak Irmayadi divisi Technical Service Honda, PGM-FI (Programmed Fuel Injection)  yaitu system suplai bahan bakar dengan menggunakan teknologi  yang mampu mengatur pasokan bahan bakar dan udara secara optimum oleh mesin pada setiap keadaan.  Pada system ini, jumlah bahan bakar yang diinjeksikan oleh injector lebih presisi, sehingga campuran bahan bakar dan udara lebih homogen(merata) membuat pembakaran lebih sempurna sehingga sepeda motor, lebih irit, lebih bertenaga dan lebih ramah lingkungan.  Didalam system ini salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam menjaga performa dan suplai bahan bakar adalah injector.”

 

Ada dua  keunggulan injector PGM-FI

  1. Ukuran partikel bahan bakar yang disemprotkan paling kecil didunia.
  2. Memiliki kemampuan untuk mengontrol jumlah bahan bakar dengan presisi dalam skala minimum

IMG00077-20140413-1208

 

Nah, itulah dia kenapa Honda dengan system PGM-FI merupakan motor paling Hemat, Mudah dan Hebat.

__

“Besar kali perutmu sekarang ya, udah kayak juragan yang nggak banyak bergerak kau” candaku kepadanya sambil tersenyum, dia hanya tertawa mendengarkan ejekanku tadi.

“kau pakai bensin apa?”

“aku pakai Pertamax, karena itu merupakan salah satu kelemahannya kutengok” sambil menunjuk kearah Honda Blade 125 FI berwarna Winning Red.

“wah, nggak kayak gitu, karena seluruh motor injeksi aman menggunakan premium. Semua bahan bakar di Indonesia telah menggunakan BBM Tanpa Timbal sejak tahun 2006 termasuk bensin jenis premium berdasarkan UU No. 23/1997 dan instruksi Menteri Lingkungan  Hidup Tahun 2000, begitu dia. Nanti kau  isi pakai premium aja” jelasku sambil tersenyum kepadanya.

 

Dengan  menerapkan teknologi baru bakal ada mudah dan susah untuk pengguna. Untuk lebih menyamankan pengguna dalam mendapatkan  serive atau pelayanan, mereka telah menyediakan tenaga terampil di bengkel resmi Honda yang berjumlah 3700 bengkel dengan 19.000 mekanik yang terlatih. Demi tetap menjaga pelayanan terbaik bagi konsumen, mereka menggandeng lebih dari 11.000 bengkel umum dan 200 SMK untuk diberikan training mengenai teknologi PGM-FI.

 

“kalau kayak gitu, nggak sangsi lagilah aku , kalau seandainya keretaku ini rusak” kata dono dengan logat medan asli. “aku kalau gajian bulan ini duitnya berlebih setelah semua menyisihkan semua kebutuhan selama sebulan, aku bakal langsung ke showroom untuk membayar DP beli New Vario FI baru, biar keren tetapi tetap irit bensin” hehehe

 

Senin pagi aku mendapat telepon  dari seorang teman lama. Dia hendak memesan pakaian olahraga untuk karyawan dikantornya. Kami bertemu di Sekitaran jalan DR Mansur Medan.  Setelah beberapa saat kami berbincang tentang kegiatan selama ini dan masuk kepertanyaan yang selanjutnya  “berapa harga sepasang jaket dan trening untuk olahraga  bang?”,  “mungkin sekitar 300ribu sepasangnya” jawabku santai. Emang mau bentuk dan bahan seperti apa? Sembari berharap mendapat gambaran detail tentang kebutuhannya.

 

Akumenawarkan diri untuk mencari kebutuhan dia akan pakaian olahraga tersebut. Karena masih memungkinkan bagiku untuk meletakkan posisiku sebagai agen disana. Walapun aku hanya membeli dan membordirkan tetapi dia akan menerima harga dariku bukan dari toko olahraga dan tempat bordir computer.

 

Setelah aku memberikan harga yang dia inginan dia pun berlalu untuk menjemput istrinya kekantor untuk makan siang bersama.  Aku pun pergi mencari jaket yang seperti dia gambarkan. Aku beli satu pasang sebagai contoh berharap itu memberikan pertimbangan lebih olehnya.

 

Aku memberikan Harga kepada dia dengan margin keuntungan 20%. Dari harga tersebut dia tidak memberikan penawaran lebih lanjut. Sampai saat ini aku sudah mulai mengerjakannya.

 

32pungli

 

Sebenarnya dari ceritaku yang diatas bukan ingin menceritakan kalau aku mendapat margin keuntungan, tetapi dalam berdagang itu ternyata bukan harga yang menentukan  tetapi bagaimana kita bisa membuat pelanggan sepakat dengan harga kita.

 

Berdagang itu baik adanya karena harga yang telah disepakati  itu terjadi bukan karena ada paksaan dari salah satu pihak terhadap pihak yang lain. Tetapi karena menyanggupi membayar oleh pihak pembeli dan melepaskan barang dari penjual.  Apabila terjadi pemaksaan itu bukan berdagang lagi namanya tetapi sudah beralih ke cara pemaksaan atau mungkin criminal.

 

Semoga kita jadi pedagang yang baik dan  sukses..amiiin

Hari minggu kemaren adelia rahmi salah seorang temanku mengadakan acara pesta pernikahannya tepatnya di Gedung Trikarya Jalan Gaperta Ujung, Medan. Kami beramai-ramai datang kesana dari sekretariat KOMPAS-USU menggunakan sepeda motor.  Ada juga yang kebetulan sudah berada di sana dan sempat juga bertemu.

Jasa Konveksi Medan

 

Memasuki gedung yang orang menghadiri pesta pernikahan tersebut, kami bingung mau duduk dimana. Mencari bangku kosong karena sambil menunggu teman-teman yang lain.  Ibid menyusuri jalan sampai kebelakang ” tuh, ada yang kosong” katanya padaku. aku mengikuti.  Sesampai disana aku melihat bang Joni Kurniawan sedang duduk disana bersama Nisa, Akbar adalah anaknya dan Wida salah seorang manager operasional di Sungai oleh Explore Sumatera. Bang Direktur tersebut menggunakan kemeja berwarna cream, dan bawahannya kalau aku menebak pasti menggunakan celana jeans. Karena semenjak tahun 2002 aku masuk KOMPAS-USU dan dia adalah seorang pemateri di pendidikan dasar waktu itu,  tidak pernah sekalipun melihat dia menggunakan celana berbahan lain. kalau pun ada  menggunakan celana pendek dan itu di sungai.   Sebenarnya aku bukan mau menceritakan tentang bagaimana bang Joni Kurniawan berpakaian tetapi, satu hal yang kau lihat cukup menonjol pada waktu itu  yaitu. sebuah hemblem yang menempel didada kanannya yaitu logo ” Explore Sumatera.”

 

Satu kata yang kukatakan pada diriku dari busana yang dia gunakan pada saat itu. “tepat” karena dalam keadaaan apapun dia masih ingin menunjukan kepada orang bahwa dia adalah sosok atau perwakilan dari perusahaan yang dia pimpin. Kata diatas tidak akan aku ucapkan apabila dia menggunakan batik serta celana keper karena identitas pemilik Toko River yang selama ini saya kenal selalu berpenampilan menggunakan jeans akan hilang

 

Oh iyya, kalau aku tidak salah. hemblem itu mereka pesan dari kami beberapa waktu yang lalu. Apabila kawan-kawan membutuhkan jasa konveksi seperti pembuatan kemeja, jaket, kaos polo, sablon, bordir dan lain sebagainya silah menghubungi (061) 80031793 / 082168425187 /pin BB 32EE9620

Nasibmu pak sopir

Posted: November 20, 2013 in Uncategorized

Dipertigaan simpang kampus, Aku berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah menyala. Di jalan DR Mansur. Aku berdiri di sisi sebelah kiri. Karena mobil sudah memadati jalan tersebut. Mobil didepanku dari arah simpang pos menuju simpang brimob melaju dengan kencang karena mereka memang lampu hijau. Banyak kenderaan dari arah simpang brimob menuju Jln. Dr mansur juga menyebrang tanpa memperdulikan lampu merah, kebanyakan sepeda motor.

Aku sudah biasa melihat pemandangan seperti ini. Ini adalah potret kehidupan di sebagian lampu merah di kota medan pada saat tidak ada polisi menjaganya. Siang itu tidak ada seorang pun pengatur lalu lintas. Hanya lampu merah, kuning dan hijau tegak berdiri di seiap ujung jalan yang memberi isyarat kepada pengendara.

Tiba-tiba angkutan umum menerobos dari sisi luar dariku dengan kencang, menyenggol tanganku yang sedang memegang stang “kereta”. Dengan seketika aku terkejut oleh aksinya tadi berbarengna dengan rasa sakit yang ku rasakan, aku hanya memandang lesu ke arah dia tanpa bisa berkata apa-apa, hanya denyutan tanganku yang kuperhatikan sekarang. Sesekali mataku terus juga memandangkan arah kearah medan bus 135 jurusan amplas-helvetia tersebut. Temanku yang dibonceng, setelah merasakan getaran dan hampir jatuh karena ulah si sopir ugal-ugalan tadi, Melihat tanganku sudah tidak bisa lagi mencengkram dengan kuat dia langsung berlari menuju mobil yang kebetulan berhenti dipertengahn jalan karena ada mobil yang lewat dari arah simpang brimob menuju jalan dr mansur.

“hei, turun kau. Ko tengok dulu kawan ku” sambil menunjukan tangan nya kearahku. Matanya masih saja melotot dengan gemetar dia memandangi si supir tadi. “kenapa rupanya kawan kau, kok aku pula yang kau suruh turun?” tanya sopir angkot tadi. “bangsat, kau tadi yang nyenggol kami diatas kereta” tangannya langsung memegang handle mobil untuk membuka pintu.

Sopir berusaha untuk menjalankan mobil, karena klakson sudah riuh ricuh oleh kenderaan lain yang ingin lewat. Mobil tadi masih di tengah-tengah jalan. Menghalangi kenderaan lain. Mereka masih bersitegang karena sopir tidak ingin turun dari kenderaannya menjumpai aku yang sedang sakit untuk bertanggung jawab atas ulahnya.

Mobil sudah mulai berjalan karena mencari sisi lain dan akhirnya mereka satu persatu lewat juga. Sopir tadi sesaat masih duduk diam dan bersitegang dengan temanku. Tiba-tiba dia mencoba untuk lari dengan menekan pedal gas, tangan temanku yang masih di handle mobil tadi dengan reflek terus mengikuti dia dengan berlari untuk seaat, tetapi setelah itu lepas.

Hanya sepersekian detik dia merasa kecewa. Lalu lintas sudah berjalan dengan teratur. Dia melihat dengan jelas sekali sopir medan bus 135 itu menabrak seorang pengendara sepeda motor yang melaju dengna kencang dengan arah yang berlawanan. “brakkk. Bunyi benturan itu, terdegnar keras di telinganya. Dia melihat langusng, karena memang tidak terlalu jauh dari dia. Hanya bebrapa langkah.

Sepeda motor tadi sudah beada di sampingnya. Penumpang dan warga sekitar saling mengeluarkan eksresi mereka, reflek semua kata-kata awal yang mereka keluarkan bermacam-macam. Sopir tadi tidak bisa lari kemana-mana lagi. Dia harus berhenti disana. Karena didepanya sudah banyak orang-orang memadati jalanan. Sikorban yang di tabrak tadi tergeletak diajalanan, sepeda motornya tidaklah parah keliahatan. Hanya terbentur aspal dan bagian sisi kiri telah dilindungi oleh badan pemiliknya yang tertindih

Hanya dalam hitungan detik saja, banyak orang mengerubungi dia untuk memaki, memarahi atau pun menghakimi. Banyak tangan yang ingin menjamah wajahnya. Dia tidak sanggup lagi menekan pedal gas. Kaca depan serta pintu kiri dan kanan berdiri banyak manusia ingin menerkamnya.

***cerita ini adalah fiksi saja

Aku absen..

Posted: November 12, 2013 in Uncategorized

Aku absen..

masyarakt yang berjalan menggunakan masker di daerah tiganderket

masyarakt yang berjalan menggunakan masker di daerah tiganderket

Dari beebrapa hari yang lalu aku sering mendengar dari percakapan orang sekitar, membaca headline media cetak yang dijual pedagang Koran diperempatan jalan, berita sedih tentang saudara-saudara kita yang di tanah karo, lebih tepatnya di sekitar letusan gunung sinabung . Mereka mengungsi ke bebrapa daerah yang telah disediakan, tetapi kondisi mereka masih memprihatinkan. Mereka masih memperjuangkan penderitaan dan entah kapan berakhirnya.

Aku sendiri sepertinya terlarut oleh kesibukan pekerjaan. Aku belum pernah sama sekali membuka atau mencari di mbah google tentang kondisi kekinian dari gunung sinabung, orang sekitar dan hasil panen mereka yang mungkin sudah tidak tertolong lagi. Lebih singkatnya kesedihan mereka. Membaca dikoran juga tidak pernah. Link terkait di twitter yang aku coba untuk menyelusurinya juga entah pernah atau nggak. Sebenarnya apa kebutuhan mereka saat ini? Entahlah.

Padahal aku pernah menikmati keramahan masyarakat dan indahnya pemandangan alam sekitar diwaktu dulu.

Sekitar tahun 2004 yang lalu, aku pernah mengunjungi desa mardinding untuk mendaki gunung sinabung dari sisi selatan. Dari kabanjahe 3 jam kami tersesat salah naik angkutan sampai di desai tiga binanga. Karena mobil yang kami tumpangi menuju kecamatan mardiinding perbatasan Tanah karo dengan kuta Cane. Dalam arah yang salah itu kami masih menyisakan uang 35ribu milik kami bersama yang kupegang. Kami masih berusaha berjalan kaki dan mencari truk tumpangan demi ingin mencapai mardingding. Desa nan indah dalam cerita yang kami baca dan dengar dari senior yang pernah kesana dahulunya.

Jam 8 pagi kami berangkat dari medan. Jam 6 sore kami sampai di jalan utama Tiganderket simpang Desa Mardinding. Kami berjalan kaki menuju desa itu. Diapit oleh perladangan, Cukup mulus dan bagus jalan tersebut, beberapa warga di kiri dan kanan muncul dari jalan setapak ingin menuju aspal, mungkin ingin pulang pikirku. Berjalan sekitar 1,5jam. Akhirnya kami sampai di desa Mardingding

Berbekal surat perjalanan dari organisasi kampus kami menuju rumah kepala desa untuk meminta ijin melewati daerah tersebut. Hari sudah gelap, kami melihat penyinaran dari lampu rumah dan warung. seseorang mengnantarkan kami menuju rumah kepala desa mardinding, ternyata dia tidak ada, akhirnya kami diantarkan ke rumah sekretaris desa.

Aku lupa nama bapk itu. Perawakannya tegap dan berumur paruh baya. Dengan rokok di jari, sesekali asap mengepul keluar dari mulutnya, aku, doni dan halimah menjelaskan tentang rencana kedatangan kami pada saat itu. Udara dingin itu sudah mulai terasa ke tulang kami, dia membalutkan sarung ketubuhnya untuk melawan rasa dingin. Tak berapa lama istrinya datang membawa 4 gelas the manis panas dan meletakkan diatas meja dihadapan kami masing-masing. Setelah minum kami ingin pamit menginap di ujung jalan, tetapi dia malah melarang kami dan menyuruh menginap dirumah anaknya yang kebetulan lagi ada urusan ke medan.

Malam itu kami menginap dirumah yang pasti sudah sangat terlindung dari dingin, kebetulan malam itu hujan turun dengan lebatnya. Kami ditemani cucu bapak sekretaris desa. Si Ibu menitipkan sayuran beserta beras ke cucunya untuk kami masak sebagai bekal makan malam. Waah bener-bener baik mereka sebagai tuan rumah kepada kami yang tidak mereka kenal sebelumnya.

Keeseokan pagi kami melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung sinabung. Udara segar dipagi hari adalah bonus yang pertama kami dapatkan. Aroma segar rerumputan dan tanah basah tercium jelas oleh hidungku, itulah yang kami cari. Di sebelah kanan dari jalur menuju perladangan kami melihat telaga yang cukup besar. Itu adalah sumber MCK bagi mereka. Kami menikmati pemandangan aktifitas masyarakat desa dipagi hari. Jam 6 pagi yang dingin sudah ada yang mulai mencuci di telaga, mandi, ke warung meneguk segelas teh walaupun dirumah mereka juga ada the serta persiapan anak-anak mau berangkat ke sekolah.

Kami lama menikmati pemandangan di pinggang gunung sinabung tersebut. Kami bisa melihat pemandangan dua telaga yang cukup besar yaitu telaga mardinding dan susuk. Sususan rumah yang dibentuk oleh alur jalan raya memberikan komposisi yang indah pada mata kami di sinang itu. Susuk itu adalah desa yang berada di sebelah kiri mardinding. Langit biru memayungi istirahat siang kami ditemani oleh nutrisari dingin adalah suguhan yang luar biasa enaak ditempat ku berada nun juah disana.

Sekarang, mereka yang menolong di saat kami ingin mengecup indahnya bentangan alam ciptaan tuhan yang dititipkan kemereka membutuhkan pertolongan sedangkan kami masih sibuk dengan urusan masing-masing. Adakah sedikit rasa perhatian dan secercah semangat untuk kita berbuat kepada mereka?